Fikih secara bahasa berasal dari kata al-fahm (الفَهْمُ) yang berarti pemahaman. Sedangkan secara istilah, fikih adalah ilmu tentang hukum-hukum syar'i yang bersifat amaliyah yang tergali dari dalil-dalilnya yang terperinci.
Definisi Fikih Secara Bahasa dan Istilah
Secara Bahasa
الفِقْهُ فِي اللُّغَةِ: الفَهْمُ
Fikih secara bahasa yaitu (الفَهْمُ) pemahaman.
Sebagaimana dalam firman Allah Ta'ala,
وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْ
"...tetapi kalian tidak paham tasbih mereka." (QS. Al-Isra': 44)
Secara Istilah
وَالفِقْهُ فِي الاصْطِلَاحِ: العِلْمُ بِالأَحْكَامِ الشَّرْعِيَّةِ العَمَلِيَّةِ المُكْتَسَبَةِ مِنْ أَدِلَّتِهَا التَّفْصِيلِيَّةِ. وَقَدْ يُطْلَقُ الفِقْهُ عَلَى الأَحْكَامِ نَفْسِهَا
Adapun secara istilah, fikih adalah ilmu tentang hukum-hukum syar'i yang bersifat amaliyah yang tergali dari dalil-dalilnya yang terperinci. Dan terkadang kata "fikih" digunakan dalam pengertian hukum-hukum itu sendiri.
Sumber-sumber Fikih yang Pokok
Ada empat sumber dalam ilmu fikih, yaitu Al-Qur'an, Sunnah, Ijma' ulama, dan Qiyas.
Objek Pembahasan Fikih
Objek pembahasan fikih adalah perbuatan-perbuatan hamba yang mukallaf (yang dikenai kewajiban) secara umum dan menyeluruh. Ia mencakup hubungan manusia dengan Tuhannya, dengan dirinya, dan dengan masyarakat.
Fikih mencakup hukum-hukum amaliyah, dan semua yang bersumber dari seorang mukallaf, baik berupa perkataan, perbuatan, akad-akad, dan tindakan-tindakan. Ia terbagi dalam dua jenis:
- Hukum-hukum ibadah, berupa shalat, puasa, haji, dan lainnya.
- Hukum-hukum muamalat, berupa akad-akad, tindakan-tindakan, hukuman-hukuman, tindakan-tindakan pidana, tanggung jawab, dan lainnya yang bertujuan mengatur hubungan antar sesama manusia.
REFERENSI :
Al-Fiqhul Muyassar Fii Dhouil Kitabi wa Sunnah, Nukhbah minal Ulama (Tim Ulama Fikih). (Terjemahan: Fikih Muyassar, Penerbit Darul Haq).