BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem pernapasan pada manusia adalah sistem menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar. Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air. Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi. Sistem pernapasan pada manusia mencakup dua hal, yakni saluran pernapasan dan mekanisme pernapasan.
Untuk pernapasan hewan-hewan tertentu memiliki alat pernapasan. Alat-alat pernapasan tersebut berperan dalam proses pemasukan oksigen dari lingkungan luar dalam tubuh serta pengeluaran karbondioksida dari tubuh ke luar lingkungan. Alat-alat pernapasan pada hewan berbeda-beda sesuai dengan perkembangan struktur tubuh dan tempat hidupnya.
Alat respirasi pada hewan bervariasi antara hewan yang satu dengan hewan yang lain, ada yang berupa paru-paru, insang, kulit, trakea, dan paru-paru buku, bahkan ada beberapa organisme yang belum mempunyai alat khusus sehingga oksigen berdifusi langsung dari lingkungan ke dalam tubuh, contohnya pada hewan bersel satu, porifera, dan coelenterate. Pada ketiga hewan ini oksigen berdifusi dari lingkungan melalui rongga tubuh.
Sedangkan Sistem pernapasan pada manusia meliputi berbagai organ pernapasan. Jalur pernapasan pada manusia yaitu rongga hidung - faring - trakea - bronkus - bronkiolus - alveolus - sel-sel tubuh.
B. Rumusan Masalah
- Apa saja organ-organ sistem pernapasan pada hewan dan manusia?
- Bagaimana proses pernapasan pada hewan dan manusia?
- Penyakit apa saja yang dapat menyerang sistem pernapasan?
C. Tujuan
- Untuk memahami struktur organ pernafasan dan sistem respirasi pada hewan dan manusia.
- Untuk mengetahui proses pernapasan pada hewan dan manusia.
- Untuk mengetahui penyakit apa saja yang dapat menyerang sistem pernapasan.
BAB II PEMBAHASAN
A. Sistem Pernapasan pada Berbagai Hewan
Pernapasan (respirasi) merupakan proses memperoleh gas oksigen dari udara bebas sehingga dihasilkan gas karbon dioksida sebagai sisa metabolisme. Pertukaran gas terjadi antara individu dan lingkungan, dengan melibatkan alveolus, darah, jantung, dan sel.
Proses pernapasan membutuhkan oksigen (O2) dan membuang karbon dioksida (CO2). Berdasarkan perbedaan proses pertukaran O2 dan CO2 dan letak terjadinya, pernapasan dapat dibedakan menjadi pernapasan eksternal, pernapasan internal, dan pernapasan intraselular.
- Pernapasan Eksternal
Pernapasan eksternal adalah proses pertukaran O2 dari alveolus dengan CO2 dari plasma darah. - Pernapasan Internal
Pernapasan internal merupakan pertukaran O2 dari darah yang terikat dengan hemogoblin dalam bentuk HbO2 (oksihemogoblin) dengan CO2 yang berasal dari jaringan. - Pernapasan Intraselular
Pernapasan intraselular merupakan proses pertukaran CO2 dari mitokondria dengan O2 dari sitoplasma.
Pada hewan-hewan tingkat rendah, seperti cacing, Protozoa, dan Porifera pernapasan berlangsung secara difusi. Pada hewan satu sel, misalnya Amoeba dan Paramaecium, proses pertukaran oksigen dan CO2 berlangsung melalui seluruh permukaan tubuhnya secara difusi. Proses difusi dan gerakan sitoplasma akan mengantarkan oksigen menuju mitokondria. Di dalam mitokondria oksigen digunakan untuk memecah senyawa organik, sehingga dihasilkan energi dan zat sisa berupa air dan CO2.
Pada cacing tanah pertukaran gas berlangsng secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh. Cacing tanah tidak mempunyai alat pernapasan khusus. Kulitnya banyak mengandung kelenjar lendir. Dengan adanya lendir, kulit cacing selalu dalam keadaan basah dan licin untuk mempermudah difusi gas. Melalui kulit yang basah ini, cacing menyerap oksigen serta mengeluarkan karbondioksida dan uap air secara difusi.
1. Pernapasan pada Serangga (Insecta)
Serangga memiliki organ pernapasan yang khas. Pertukaran oksigen dan karbon dioksida dilakukan melalui trakea. Trakea merupakan bagian tubuh serangga yang terbuat dari pipa/tabung udara. Jumlah trakea di dalam tubuh serangga sangat banyak. Oleh karena itu, sistem pernapasan serangga dinamakan sistem trakea. Saat serangga melakukan pernapasan, udara masuk trakea melalui bagian yang terletak pada permukaan tubuh. Bagian tersebut dinamakan spirakel. Spirakel dilindungi oleh bulu halus dengan fungsi sebagai penyaring debu dan benda asing yang masuk menuju trakea.
Setelah itu, udara tersebut akan melewati pipa kecil yang disebut trakeola. Trakeola juga ini akan terhubung dengan membran sel. Trakeola memiliki ujung kecil tertutup dan mengandung cairan dengan warna biru gelap. Oksigen akan berdifusi masuk ke dalam sel tubuh melalui trakeola, sedangkan karbondioksida akan berdifusi keluar. Setelah melewati trakeola, karbondioksida akan dikeluarkan ke lingkungan melewati trakea.
Apabila serangga sedang aktif dan menggunakan banyak oksigen, sebagian besar cairan yang berwarna biru akan ditarik ke dalam tubuh. Akibatnya, luas permukaan udara yang berkontak langsung dengan sel menjadi semakin luas. Seekor serangga yang sedang terbang mempunyai laju metabolisme lebih tinggi dibandingkan saat istirahat. Otot akan berkontraksi dan berelaksasi secara bergantian sehingga tubuh bisa memampat dan menggembung. Oleh karenanya udara akan secara cepat terpompa melalui sistem trakea. Sebagian besar serangga hidup di daratan. Namun, ada juga serangga yang hidup pada perairan seperti larva capung.
2. Pernapasan pada Ikan (Pisces)
Ikan (Pisces) bernapas dengan insang yang terletak di bagian sisi kanan dan sisi kiri kepala. Insang terdiri atas lembar insang, lengkung insang, dan gerigi insang. Gerigi insang tersusun atas tulang rawan. Lengkung insang memiliki arteri dan vena yang bercabang menuju daun insang. Pembuluh darah tersebut berfungsi mengikat O2 dan melepaskan CO2.
- Sistem pernapasan pada ikan bertulang sejati
Salah satu contoh ikan bertulang sejati yaitu ikan mas. Insang ikan mas tersimpan dalam rongga insang yang terlindung oleh tutup insang (operkulum). Insang ikan mas terdiri dari lengkung insang yang tersusun atas tulang rawan berwarna putih, rigi-rigi insang yang berfungsi untuk menyaring air pernapasan yang melalui insang, dan filamen atau lembaran insang. Filamen insang tersusun atas jaringan lunak, berbentuk sisir dan berwarna merah muda karena mempunyai banyak pembuluh kapiler darah dan merupakan cabang dari arteri insang. Di tempat inilah pertukaran gas CO2 dan O2 berlangsung.
Gas O2 diambil dari gas O2 yang larut dalam air melalui insang secara difusi. Dari insang, O2 diangkut darah melalui pembuluh darah ke seluruh jaringan tubuh. Dari jaringan tubuh, gas CO2 diangkut darah menuju jantung. Dari jantung menuju insang untuk melakukan pertukaran gas. Proses ini terjadi secara terus-menerus dan berulang-ulang. Mekanisme pernapasan ikan bertulang sejati dilakukan melalui mekanisme inspirasi dan ekspirasi.- Fase Inspirasi
Gerakan tutup insang ke samping dan selaput tutup insang tetap menempel pada tubuh mengakibatkan rongga mulut bertambah besar, sebaliknya celah belakang insang tertutup. Akibatnya, tekanan udara dalam rongga mulut lebih kecil daripada tekanan udara luar. Celah mulut membuka sehingga terjadi aliran air ke dalam rongga mulut. - Fase Ekspirasi
Setelah air masuk ke dalam rongga mulut, celah mulut menutup. Insang kembali ke kedudukan semula diikuti membukanya celah insang. Air yang masuk melalui mulut ikan akan dikeluarkan melalui insang. Pada saat air melalui insang, aliran air yang kaya O2 akan masuk melewati lembaran insang. Pada saat yang bersamaan, aliran darah yang berlawanan dengan arah aliran air akan melepaskan CO2 ke dalam air dan mengikat O2 yang berasal dari air.
- Fase Inspirasi
Pada fase inspirasi, O2 dan air masuk ke dalam insang, kemudian O2 diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan. Sebaliknya pada fase ekspirasi, CO2 yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke insang, dan dari insang diekskresikan keluar tubuh.
- Sistem pernapasan pada ikan bertulang rawan
Insang ikan bertulang rawan tidak mempunyai tutup insang (operkulum) misalnya pada ikan hiu. Masuk dan keluarnya udara dari rongga mulut, disebabkan oleh perubahan tekanan pada rongga mulut yang ditimbulkan oleh perubahan volume rongga mulut akibat gerakan naik turun rongga mulut. Bila dasar mulut bergerak ke bawah, volume rongga mulut bertambah, sehingga tekanannya lebih kecil dari tekanan air di sekitarnya. Akibatnya, air mengalir ke rongga mulut melalui celah mulut yang pada akhirnya terjadilah proses inspirasi. Bila dasar mulut bergerak ke atas, volume rongga mulut mengecil, tekanannya naik, celah mulut tertutup, sehingga air mengalir ke luar melalui celah insang dan terjadilah proses ekspirasi CO2. Pada saat inilah terjadi pertukaran gas O2 dan CO2. - Sistem pernapasan pada ikan paru-paru (Dipnoi)
Pernapasan ikan paru-paru menyerupai pernapasan pada Amphibia. Selain mempunyai insang, ikan paru-paru mempunyai satu atau sepasang gelembung udara seperti paru-paru yang dapat digunakan untuk membantu pernapasan, yaitu pulmosis. Pulmosis banyak dikelilingi pembuluh darah dan dihubungkan dengan kerongkongan oleh duktus pneumatikus. Saluran ini merupakan jalan masuk dan keluarnya udara dari mulut ke gelembung dan sebaliknya, sekaligus memungkinkan terjadinya difusi udara ke kapiler darah.
Ikan paru-paru hidup di rawa-rawa dan di sungai. Ikan ini mampu bertahan hidup walaupun airnya kering dan insangnya tidak berfungsi, karena ia bernapas menggunakan gelembung udara. Ada tiga jenis ikan paru-paru di dunia, yaitu ikan paru-paru afrika, ikan paru paru amerika selatan, dan ikan paru- paru queensland (Australia).
Pada beberapa jenis ikan, seperti ikan lele, gabus, gurami, dan betok memiliki alat bantu pernapasan yang disebut labirin. Labirin merupakan perluasan ke atas dalam rongga insang, dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Rongga labirin berfungsi menyimpan udara (O2), sehingga ikan-ikan tersebut dapat bertahan hidup pada perairan yang kandungan oksigennya rendah. Selain dengan labirin, udara (O2) juga disimpan di gelembung renang yang terletak di dekat punggung.
3. Pernapasan pada Katak
Alat pernapasan pada katak adalah paru-paru, kulit, dan insang. Pada fase kecebong sampai umur 20 hari, katak bernapas dengan insang luar. Setelah berumur 20 hari, pernapasan diganti oleh insang dalam. Alat pernapasan katak terdiri atas paru-paru dan kulit tipis yang basah untuk memudahkan difusi gas. Ketika berada di darat, katak bernapas dengan kulit dan paru-paru. Ketika berada dalam air, katak bernapas dengan kulit.
Katak mempunyai sepasang paru-paru tipis dan elastis yang permukaan dalamnya berlipat-lipat. Lapisan tersebut diperlukan untuk memperluas permukaan. Pada paru-paru, terdapat banyak kapiler darah yang terlihat berwarna merah. Paru-paru katak memiliki bronkus pendek yang berhubungan dengan rongga mulut. Celah laring terdapat di antara rongga mulut dan paru-paru.
Katak tidak memiliki tulang rusuk dan diafragma sehingga mekanisme pernapasan dilakukan oleh otot-otot rahang bawah, otot sternohioideus, dan otot geniohiodeus yang bekerja secara antagonis. Mekanisme pernapasan pada katak adalah sebagai berikut.
- Inspirasi
Ketika otot sternohioideus berkontraksi, rongga mulut akan membesar. Akibatnya, tekanan dalam rongga mulut mernurun sehingga udara akan masuk. Udara masuk menuju hulu tenggorokan lewat koane. Selanjutnya, klep menutup koane. Setelah itu, otot sternohioideus berelaksasi dan otot geniohiodeus berkontraksi sehingga rongga mulut menjadi kecil. Akibatnya, tekanan dalam rongga mulut meningkat dan celah faring terbuka sehingga udara masuk ke dalam paru-paru. - Ekspirasi
Fase ini diawali dengan berelaksasinya otot geniohiodeus dan otot sternohioideus. Otot perut berkontraksi sehingga rongga perut mengecil dan paru-paru tertekan. Akibatnya, udara keluar dari paru-paru menuju rongga mulut. Setelah itu, otot geniohiodeus berkontraksi dengan otot sternohioideus relaksasi sehingga rongga mulut mengecil. Koane terbuka, kemudian udara keluar.
4. Pernapasan pada Reptilia
Reptilia bernapas menggunakan paru-paru. Paru-paru reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru Reptilia hanya terdiri dari beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. Paru-paru kadal, kura-kura, dan buaya lebih kompleks, dengan beberapa belahan-belahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru pada beberapa jenis kadal, misalnya bunglon Afrika, mempunyai pundi-pundi hawa atau kantung udara cadangan sehingga memungkinkan hewan tersebut melayang di udara. Reptilia bernapas menggunakan paru-paru. Gas oksigen dalam udara masuk melalui lubang hidung → rongga mulut → anak tekak → trakea yang panjang → bronkiolus dalam paru-paru. Dari paru-paru, O2 diangkut darah menuju seluruh jaringan tubuh.
Dari jaringan tubuh, gas CO2 diangkut darah menuju jantung untuk dikeluarkan melalui paru-paru → bronkiolus → trakea yang panjang → anak tekak → rongga mulut → lubang hidung. Pada Reptilia yang hidup di air, lubang hidung dapat ditutup ketika menyelam.
5. Pernapasan pada Burung
Sistem pernapasan pada burung diawali pada lubang hidung (nares) yang dihubungkan dengan trakea (trachea) oleh saluran yang dinamakan nostril. Alat pernapasan pada burung adalah paru-paru (pulmo).
Pada percabangan trakea menjadi brunkus (biforkatio trakealis) terdapat kantung suara (siring) yang dilekatkan ke dinding trakea oleh otot siringalis. Trakea bercabang menjadi bronkus kiri dan kanan. Bronkus kemudian bercabang lagi menjadi bronkiolus yang berhubungan dengan kantung udara. Ukuran paru-paru burung relative kecil. Paru-paru burung terbungkus oleh selaput pleura parietalis dan pleura veseralis.
Pada paru-paru burung, terdapat kantung-kantung udara. Kantung udara terdiri atas kantung udara atas (anterior) dan kantung udara bawah (posterior). Kantung udara atas dibedakan menjadi kantung udara leher (servikasis) dan kantung udara pankal lengan. Kantung udara bawah dibedakan menjadi kantung udara dada (kantung torakalis) dan kantung udara perut (abdominalis).
Kantung udara merupakan alat pernapasan yang digunakan ketika burung sedang terbang. Selain itu, kantung udara juga berfungsi mengatur berat jenis tubuh, membantu mengeraskan suara ketika burung bernyanyi, dan mengatur suhu tubuh.
Pernapasan pada burung dapat diuraikan sebagai berikut. Paru-paru burung tidak mempunyai alveoli. Sebagai gantinya, burung memiliki pembuluh-pembuluh udara yang disebut parabronkus. Pada parabronkus, terdapat saluran udara yang bercabang-cabang berupa pembuluh kapiler udara. Pembuluh kapiler udara berdampingan dengan kapiler-kapiler darah.
Ketika inspirasi, udara mengalir melalui bronki (mesobronkus). Udara bersih masuk ke kantung udara belakang sedangkan udara kotor akan mengalir melalui parabronkus, lalu masuk ke kantung udara depan.
Ketika ekspirasi, udara dari kantung udara belakang (udara bersih) mengalir melewati parabronkus, lalu masuk ke kantung udara depan. Udara kotor dari kantung udara depan keluar tanpa melewati parabronkus.
Peran parabronkus pada burung merupakan tempat terjadinya pertukaran gas. Jadi, pada burung, baik ketika inspirasi maupun ketika ekspirasi terjadi pertukaran gas (O2 dan CO2).
6. Pernapasan pada Mamalia
Mamalia bernapas menggunakan paru-paru. Gas oksigen masuk ke dalam tubuh melalui lubang hidung → faring → laring → trakea → bronkus → paru-paru. Kemudian gas O2 dari paru-paru diangkut darah ke jantung. Dari jantung, gas O2 diedarkan ke seluruh jaringan tubuh oleh darah. Dari jaringan tubuh, gas CO2 diangkut menuju jantung → paru-paru, dan keluar melalui organ-organ yang sama pula.
Mamalia yang hidup di air, seperti paus, bernapas dengan menggunakan paru-paru. Lubang hidungnya sempit dan memiliki pelindung. Hal tersebut berfungsi melindungi paru-paru dari kemasukan air ketika menyelam. Sistem pernapasan mamalia pada dasarnya sama dengan sistem pernapasan manusia.
B. Sistem Pernapasan Pada Manusia
Pernapasan merupakan istilah umum yang menyangkut dua proses, yakni aborsi oksigen dan pembuangan karbon dioksida. Saat manusia bernapas, oksigen masuk melalui hidung dan mulut, menembus membrane alveolus, kemudian masuk ke kapiler darah. Oksigen masuk ke kapiler darah melalui proses difusi.
Di kapiler darah, oksigen diikat oleh hemogoblin yang terdapat dalam sel darah merah, kemudian dibawa ke jantung dan diedarkan ke seluruh tubuh. Sel di jaringan tubuh akan mengambil oksigen dari darah dan darah akan menerima karbon dioksida sebagai hasil buangan oksidasi. Sebelum oksigen masuk ke dalam jaringan, oksigen ini didifusikan terlebih dahulu ke dalam cairan interstisial. Kemudian, oksigen masuk ke dalam sel dengan dukungan adanya perbedaan tekanan.
Proses masuknya oksigen beriringan dengan proses keluarnya karbon dioksida. Karbon dioksida yang dikeluarkan berasal dari kapiler pada alveolus. Gas tersebut kemudian menembus membrane alveolus. Setelah itu, karbon dioksida dikeluarkan melalui hidung dan mulut ketika bernapas. Dengan cara ini, 250 mL oksigen masuk ke tubuh per menit, sedangkan karbon dioksida diekresikan 250 mL.
1. Organ Pernapasan Manusia
Sistem pernapasan pada manusia terdiri atas rongga hidung, faring, laring, trakea, bronkus, paru-paru, bronkiolus, dan alveolus.
- Rongga Hidung
Hidung berfungsi sebagai alat pernapasandan indra pembau. Hidung terdiri atas lubang hidung, rongga hidung, dan ujung rongga hidung. Rongga hidung memiliki rambut, banyak kapiler darah, dan selalu lembap dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh selaput mukosa. Didalam rongga hidung, udara akan mengalami tahap sebagai berikut:- Penyaringan
Ditujukan kepada benda-benda asing yang tidak berbentuk gas, misalnya debu. Benda-benda tersebut dihalangi oleh rambut-rambut yang tumbuh kearah luar lubang hidung. - Penghangatan
Yaitu mengubah suhu udara agar sesuai dengan suhu tubuh. Penghangatan ini dimungkinkan karena didalam dinding rongga hidung terdapat konka yang banyak mengandung kapiler darah. Konka hidung (konka nasalis) adalah selaput lendir yang berlipat-lipat. Bila udara yang masuk suhunya lebih rendah dari suhu tubuh maka darah kapiler akan melepaskan energinya ke rongga hidung, sehingga suhu udara yang masuk menjadi hangat. Disamping menghangatkan udara, adanya lendir menyebabkan udara kering yang masuk ke rongga hidung menjadi lembab.
- Penyaringan
- Faring
Dari rongga hidung udara yang hangat dan lembab selanjutnya masuk ke faring. Faring (rongga tekak) merupakan pertigaan saluran pencernaan (esofagus), saluran pernapasan (tenggorokan) dan saluran yang menuju ke tenggorokan. Faring terletak di antara rongga hidung dan kerongkongan. Pada bagian ujung bawah faring terdapat katup yang disebut epiglotis. Epiglotis merupakan katup yang mengatur agar makanan dari mulut masuk ke kerongkongan, tidak ke tenggorokan. Pada saat menelan, epiglotis menutup laring. Dengan cara ini, makanan atau cairan tidak bisa masuk ke tenggorokan. - Laring
Antara faring dan tenggorokan terdapat struktur yang disebut laring. Pada laring, terdapat selaput suara. Selaput ini memiliki serabut-serabut otot sehingga laring merupakan tempat dihasilkannya suara. Pada saat berbicara, pita suara akan mengencang atau mengendor. Suara dihasilkan apabila udara bergerak melewati pita suara dan menyebabkan terjadinya getaran. - Trakea
Trakea (batang tenggorokan) berbentuk seperti pipa dengan panjang kurang lebih 10 cm dan terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan. Di paru-paru trakea bercabang dua membentuk bronkus. Dinding tenggorokan terdiri atas tiga lapisan berikut.- Lapisan paling luar terdiri atas jaringan ikat.
- Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan. Trakea tersusun atas 16–20 cincin tulang rawan yang berbentuk huruf C. Bagian belakang cincin tulang rawan ini tidak tersambung dan menempel pada esofagus. Hal ini berguna untuk mempertahankan trakea tetap terbuka.
- Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitelium bersilia yang menghasilkan banyak lendir. Lendir ini berfungsi menangkap debu dan mikroorganisme yang masuk saat menghirup udara.
Selanjutnya, debu dan mikroorganisme tersebut didorong oleh gerakan silia menuju bagian belakang mulut. Akhirnya, debu dan mikroorganisme tersebut dikeluarkan dengan cara batuk. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk bersama udara pernapasan.
Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. Di dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Di dalam paru-paru, cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alveolus).
- Bronkus
Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan. Jumlahnya sepasang, yang satu menuju paru-paru kanan dan yang satu menuju paru-paru kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.
Batang tenggorokan bercabang menjadi dua bronkus, yaitu bronkus sebelah kiri dan sebelah kanan. Kedua bronkus menuju paru-paru, bronkus bercabang lagi menjadi bronkiolus. Bronkus sebelah kanan (bronkus primer) bercabang menjadi tiga bronkus lobaris (bronkus sekunder), sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. Cabang-cabang yang paling kecil masuk ke dalam gelembung paru-paru atau alveolus. Dinding alveolus mengandung kapiler darah, melalui kapiler-kapiler darah dalam alveolus inilah oksigen dan udara berdifusi ke dalam darah. Fungsi utama bronkus adalah menyediakan jalan bagi udara yang masuk dan keluar paru-paru.
Bronkus yang ke arah kiri lebih panjang, sempit, dan mendatar daripada yang ke arah kanan. Hal inilah yang mengakibatkan paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit. Struktur dinding bronkus hampir sama dengan trakea. Perbedaannya dinding trakea lebih tebal daripada dinding bronkus. Bronkus akan bercabang menjadi bronkiolus. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. - Bronkiolus
Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi saluran yang semakin halus, kecil, dan dindingnya semakin tipis. Bronkiolus tidak mempunyai tulang rawan tetapi rongganya bersilia. Setiap bronkiolus bermuara ke alveolus. Ciri khas bronkiolus adalah tidak adanya tulang rawan dan kelenjar pada mukosanya, pada bagian awal dari cabang bronkiolus hanya memiliki sebaran sel globet dan epitel. Fungsi bronkiolus adalah sebagai media yang menghubungkan oksigen yang kita hirup agar mencapai paru-paru. - Alveolus
Alveolus merupakan saluran akhir dari alat pernapasan yang berupa gelembung-gelembung udara. Dindingnya tipis, lembap, dan berlekatan erat dengan kapiler-kapiler darah. Alveolus terdiri atas satu lapis sel epitelium pipih dan disinilah darah hampir langsung bersentuhan dengan udara. Adanya alveolus memungkinkan terjadinya perluasan daerah permukaan yang berperan penting dalam pertukaran gas O2 dari udara bebas ke sel-sel darah dan CO2 dari sel-sel darah ke udara. Jumlahnya lebih kurang 300 juta buah. Dengan adanya alveolus, luas permukaan paru-paru diperkirakan mencapai 160 m2 atau 100 kali lebih luas daripada luas permukaan tubuh.
2. Mekanisme Pernapasan Manusia
Berdasarkan mekanisme inspirasi dan ekspirasi, pernapasan manusia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan pernapasan perut terjadi secara bersamaan.
- Pernapasan Dada
Otot yang berperan aktif dalam pernapasan dada adalah otot antartulang rusuk (interkostal). Otot ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu otot antartulang rusuk luar (interkostal eksternal) yang berperan mengangkat tulang-tulang rusuk, dan otot antartulang rusuk dalam (interkostal internal) yang berperan menurunkan tulang rusuk ke posisi semula.
Apabila otot antartulang rusuk luar berkontraksi, tulang rusuk terangkat hingga volume rongga dada bertambah besar. Hal ini menyebabkan tekanan udara rongga dada menjadi lebih kecil dari tekanan udara rongga paru-paru, sehingga mendorong paru-paru mengembang dan mengubah tekanannya menjadi lebih kecil daripada tekanan udara bebas. Selanjutnya akan terjadi aliran udara dari luar ke dalam rongga paru-paru melalui rongga hidung, batang tenggorokan, bronkus, dan alveolus. Proses ini disebut inspirasi.
Bila otot antartulang rusuk dalam berkontraksi, tulang rusuk akan tertarik ke posisi semula sehingga mendesak dinding paru-paru. Akibatnya, rongga paru-paru mengecil dan menyebabkan tekanan udara di dalamnya meningkat. Hal ini menyebabkan udara dalam rongga paru-paru terdorong ke luar. Proses ini disebut ekspirasi. - Pernapasan Perut
Pada pernapasan perut, otot yang berperan aktif yaitu otot diafragma dan otot dinding rongga perut. Diafragma terdiri atas jaringan ikat dan otot. Bagian luar rongga perut ditutupi oleh otot-otot perut. Apabila otot diafragma berkontraksi, posisi diafragma akan mendatar. Hal ini menyebabkan volume rongga dada bertambah besar, sehingga tekanan udara di dalamnya mengecil. Penurunan tekanan udara akan diikuti mengembangnya paru-paru. Hal ini menyebabkan terjadinya aliran udara ke dalam paru-paru (inspirasi).
Apabila otot diafragma berelaksasi dan otot dinding perut berkontraksi, isi rongga perut akan terdesak ke arah diafragma, sehingga posisi diafragma akan cekung ke arah rongga dada. Hal ini menyebabkan volume rongga dada mengecil dan tekanannya meningkat, sehingga menyebabkan isi rongga paru-paru terdorong ke luar dan terjadilah ekspirasi. - Volume Udara Pernapasan dalam Paru-paru
Ketika seseorang berada dalam kondisi normal dan sedang tidak bekerja, udara yang masuk dan udara yang keluar terjadi secara teratur, yakni sebanyak 500 mL. Udara ini dinamakan udara pernapasan (udara tidal). Jika seseorang merasa kaget, akan terjadi inspirasi maksimal sampai sebanyak 1.500 mL. Udara ini dinamakan udara komplementer. Setelah inspirasi maksimal, terjadi pula ekspirasi maksimal. Udara yang keluar sebesar 1.500 mL dan disebut udara suplementer. Hal tersebut tidak akan menyebabkan udara dalam paru-paru menjadi hilang sama sekali. Proses eskpirasi maksimal akan meninggalkan udara yang tersisa sebesar 1.500 mL. Udara ini dinamakan udara residu.
Julmah total dari udara pernapasan (500 mL), udara komplementer (1500 mL), dan udara suplementer (1.500 mL) adalah 3.500 mL, dinamakan volume vital paru-paru. Jika volume vital ditambahkan dengan udara residu (1.500 mL), akan dihasilkan volume total paru-paru (5000 mL). Kapasitas paru-paru manusia dapat diukur menggunakan spirometer.
3. Pertukaran CO2 dan O2 di Jaringan Tubuh
Pertukaran CO2 dengan O2 di dalam jaringan tubuh terjadi melalui mekanisme sebagai berikut.
- Sel penyusun jaringan mengandung CO2 sebagai hasil respirasi, yang terdapat dalam mitokondria.
- Dalam pembuluh arteri, O2 berikatan dengan hemogoblin membentuk HbO2 (oksihemoglobin).
- CO2 yang berasal dari sel pada jaringan akan berdifusi ke dalam plasma darah. Di dalam plasma darah, akan terjadi reaksi antara CO2 dan H2O menjadi H2CO3.
- Senyawa H2CO3 yang dikatalisis oleh enzim karbonat anhidrat akan diuraikan menjadi HCO3- dan H+.
- H+ dari plasma darah akan berdifusi masuk ke dalam eritrosit. Sebagai imbangannya, eritrosit mengeluarkan Cl-. Peristiwa ini dinamakan pertukaran klorida.
Penambahan ion H+ ke dalam eritrosit akan menguraikan oksihemoglobin menjadi Hb4 + 4O2. Penguraian ini akan diikuti mekanisme berikut.
- O2 dari eritrosit akan berdifusi ke dalam sel pada iaringan.
- CO2 dari dalam sel berdifusi ke dalam eritrosit dan membentuk reaksi: Hb + CO2 → HbCO2 (karbominohemoglobin).
Uraian tersebut menunjukkan bahwa CO2 diangkut darah terdiri atas dua bentuk, yakni HCO3- dan HbCO2. HCO3- diikat oleh plasma darah dalam jumlah banyak, sedangkan HbCO2 diikat oleh eritrosit dalam jumlah sedikit.
4. Pertukaran CO2 dan O2 di Alveolus
Pertukaran antara CO2 yang berasal dari darah dan O2 yang berasal dari alveolus terjadi melalui proses sebagai berikut.
- Darah alveolus banyak mengandung O2 yang berasal dari udara luar.
- Di dalam darah, CO2 yang terlarut dalam plasma darah berupa HCO3. Sementara itu, CO2 yang terikat dengan eritrosit berupa HbCO2 (karbominohemoglobin).
- H+ akan keluar dari eritrosit dan menuju plasma darah, sedangkan Cl- akan keluar dari plasma darah dan masuk ke eritrosit.
- Di dalam eritrosit, HbCO2 terurai meniadi Hb + CO2. Hasil pengurajan akan berdifusi ke dalam alveolus.
- Di dalam eritrosit, teriadi reaksi antara Hb dan O2 membentuk (oksihemoglobin).
- HbO2 akan mengikuti aliran darah dan menuiu ke dalam pringan tubuh.
- Pada plasma darah, teriadi reaksi: H+ + HCO3- → H2CO3 → H2O + CO2 ; CO2 yang dihasilkan akan berdifusi ke alveolus. Pertukaran gas dalam alveolus terjadi secara beriringan.
5. Tekanan O2 dan CO2 dalam Pembuluh Darah Arteri dan Vena
Ketika tekanan O2 pada arteri adalah 100 mmHg. jumlah O2 yang terkandung dalam setiap 100 cc darah adalah 19 cc. setelah melewati jaringan, tekanan O2 dalam vena menjadi 40 mmHg and jumlah O2 mcniadi 12 cc untuk setiap 100 cc darah O2 yang masuk ke dalam jaringan sebamak 7 cc dari setiap 100 cc darah. Jumlah darah vang berada dalam tubuh mencapai volume 5 liter = 5.000 cc. Bcrdasarkan uratan tersebut, total O2 yang diberikan setiap satu kali aliran darah adalah 350 cc O2.
Tekanan CO2 dalam jaringan adalah 100 mm Hg sedangkan tekanan CO2 dalam vena 47 mmHg. Tekanan CO2 dalam alveolus 35 mmHg dan dalam arteri 41 mmHg. Berdasarkan hal tersebut, perbedaan tekanan CO2 di janngan dengan vena = 100 mmHg - 47 mmHg = 53 mmHg. Perbedaaan ini memungkinkan terjadi difusi CO2 dari jaringan ke pembuluh darah vena.
C. Kelainan Pada Fungsi Pernapasan
Seluruh sistem pada tubuh manusia hanya dapat berfungsi apabila sistem pernapasan berfungsi dengan baik. Akan tetapi, seringkali terjadi gangguan pada fungsi sistem pernapasan. Berikut adalah beberapa kelainan yang dapat mengganggu fungsi sistem pernapasan.
1. Faringitis
Faringitis adalah radang pada faring yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus tertentu. Faringitis dapat terjadi karena terlalu banyak merokok.
- Penyebab
Faringitis bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri. Kebanyakan disebabkan oleh virus, termasuk virus penyebab common cold, flu, adenovirus, mononukleosis atau HIV. Bakteri yang menyebabkan faringitis adalah streptokokus grup A, korinebakterium, arkanobakterium, Neisseria gonorrhoeae atau Chlamydia pneumoniae. - Gejala
Baik pada infeksi virus maupun bakteri, gejalanya sama yaitu nyeri tenggorokan dan nyeri menelan. Selaput lendir yang melapisi faring mengalami peradangan berat atau ringan dan tertutup oleh selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah. Gejala lainnya adalah demam, pembesaran kelenjar getah bening di leher, dan peningkatan jumlah sel darah putih. - Jenis Faringitis
Faringitis Virus: Biasanya tidak ditemukan nanah di tenggorokan, demam ringan atau tanpa demam, jumlah sel darah putih normal atau agak meningkat, kelenjar getah bening normal atau sedikit membesar, tes apus tenggorokan memberikan hasil negatif, pada biakan di laboratorium tidak tumbuh bakteri.
Faringitis Bakteri: Sering ditemukan nanah di tenggorokan, demam ringan sampai sedang, jumlah sel darah putih meningkat ringan sampai sedang, pembengkakan ringan sampai sedang pada kelenjar getah bening, tes apus tenggorokan memberikan hasil positif untuk strep throat, bakteri tumbuh pada biakan di laboratorium. - Pengobatan
Untuk mengurangi nyeri tenggorokan diberikan obat pereda nyeri (analgetik), obat hisap atau berkumur dengan larutan garam hangat. Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak dan remaja yang berusia dibawah 18 tahun karena bisa menyebabkan sindroma Reye. Jika diduga penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotik. - Pencegahan
- Istirahat yang cukup
- Berkumur dengan menggunakan air hangat, lakukan beberapa hari sekali
- Bagi perokok aktif, disarankan untuk berhenti merokok
- Perbanyak minum air putih dan hindari makanan yang dapat menyebabkan iritasi
- Konsumsi antibiotik dan jka diperlukan konsumsi juga analgesik
- Hindari penggunaan pelembab udara yang berlebihian
2. Bronkitis
Bronkitis merupakan peradangan pada selaput lender trakea dan saluran bronkial yang menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada saluran udara.
- Penyebab
Penyebab bronkitis yang paling umum adalah kebiasaan merokok. Tiap isapan rokok berpotensi merusak bulu-bulu kecil di dalam paru-paru yang disebut rambut silia. Kandungan rokok bisa menyebabkan kerusakan permanen pada silia dan lapisan dinding bronkus. - Gejala
- Batuk-batuk disertai lendir berwarna kuning keabu-abuan atau hijau
- Sakit pada tenggorokan
- Sesak napas
- Hidung beringus atau tersumbat
- Sakit atau rasa tidak nyaman pada dada
- Kelelahan
- Pengobatan
Bronkitis akut biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Disarankan minum banyak cairan dan juga banyak istirahat. Belum ada obat yang bisa menyembuhkan bronkitis kronis, tapi ada obat yang bisa digunakan untuk meredakan gejala. - Pencegahan
- Hindari merokok atau terkena asap rokok
- Hindari mereka yang sedang sakit pilek atau flu
- Cuci tangan anda secara teratur
- Gunakan masker untuk mengurangi risiko infeksi
3. Tuberculosis (TBC)
Penyakit TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini bersifat tahan asam sehingga sering disebut dengan bakteri tahan asam (BTA).
- Penyebab
Mycobacterium tuberculosis merupakan penyebab dari TB paru. Kuman ini bersifat aerob sehingga sebagian besar kuman menyerang jaringan yang memiliki konsentrasi tinggi seperti paru-paru. - Gejala
Gejala utama penderita TB paru adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Dapat diikuti dahak bercampur darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat malam hari, demam meriang. - Penularan
Sumber penularan adalah penderita TB BTA positif. Pada waktu batuk atau bersin, penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei). - Pengobatan
Tujuan Pengobatan TB paru yaitu untuk menyembuhkan penderita, mencegah kematian, mencegah kekambuhan, memutuskan rantai penularan dan mencegah terjadinya resistensi kuman terhadap OAT (Obat Anti Tuberkulosis). - Pencegahan
- Mengurangi kontak dengan penderita penyakit TBC aktif.
- Menjaga standar hidup yang baik, dengan makanan bergizi, lingkungan yang sehat, dan berolahraga.
- Pemberian vaksin BCG.
4. Pneumonia
Pneumonia adalah infeksi atau peradangan pada salah satu atau kedua paru-paru, lebih tepatnya peradangan itu terjadi pada kantung udara (alveolus).
- Penyebab
- Community-acquired pneumonia: Disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur.
- Hospital-acquired pneumonia: Infeksi bakteri yang didapat di rumah sakit.
- Health care-acquired pneumonia: Infeksi di fasilitas perawatan jangka panjang.
- Pneumonia aspirasi: Terjadi ketika menghirup makanan/minuman masuk ke paru-paru.
- Gejala
Demam, berkeringat, menggigil, batuk berdahak tebal, nyeri dada, sesak napas, kelelahan, mual, muntah atau diare, dan sakit kepala. - Pengobatan
Pengobatan utama pneumonia tergantung pada jenis pneumonianya. Antibiotik digunakan untuk bakteri, sedangkan obat antivirus untuk virus. - Pencegahan
Vaksinasi terhadap bakteri penyebab pneumonia dan vaksin influenza, menjaga kebersihan, tidak merokok, istirahat cukup dan diet sehat.
5. Difteri
Penyakit difteri adalah penyakit menular mematikan yang menyerang saluran pernafasan bagian atas (tonsil, faring dan hidung) yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae.
- Penyebab
Bakteri Corynebacterium diphteriae. Faktor pendukung: cakupan imunisasi kurang, kualitas vaksin buruk, sanitasi buruk, pengetahuan rendah, dan akses kesehatan kurang. - Gejala
Panas, sesak nafas, nyeri telan, leher bengkak (bullneck), serta adanya selaput warna putih keabu-abuan di tenggorokan yang dapat menyumbat jalan nafas. - Penularan
Melalui percikan ludah dari orang yang membawa bakteri ke orang lain yang sehat, benda/makanan terkontaminasi, atau kontak intim. - Pengobatan
Penanganan segera di rumah sakit. Pemberian eritromisin dan penisilin membantu menghilangkan kuman dan menghentikan pengeluaran toksin. - Pencegahan
Imunisasi dasar lengkap (DPT-HB, DT, TD), menghindari kontak langsung dengan penderita, menjaga kebersihan, dan menjaga kondisi tubuh tetap prima.
6. Asma
Asma adalah keadaan saluran napas yang mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan; penyempitan ini bersifat sementara.
- Penyebab
Belum diketahui secara pasti, namun saluran pernapasan sangat peka terhadap rangsangan seperti polusi udara, udara dingin, makanan, hewan berbulu, stres, dan olahraga. Faktor keturunan juga berperan penting. - Gejala
Sesak napas mendadak, bunyi mengi (wheezing), batuk, pernapasan cuping hidung, frekuensi pernapasan meningkat (takipneu), dan penderita tampak gelisah. - Pengobatan
Obat anti-inflamasi untuk mencegah serangan. Alat bantu berupa Inhaler asma atau Nebulizer. - Pencegahan
Hindari pemicu asma, menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, serta gunakan obat khusus sesuai resep.
7. Emfisema
Emfisema adalah kelainan anatomis pada paru-paru yang ditandai oleh pelebaran rongga udara pada daerah distal bronkiolus terminal disertai kerusakan dinding alveoli.
- Penyebab
Kebiasaan merokok, paparan polusi udara, hipereaktiviti bronkus, infeksi saluran napas bawah berulang, dan kekurangan alfa 1 antitripsin. - Gejala
Sesak napas hebat, batuk berulang, bibir kebiruan, dada berbentuk seperti tong, cepat lelah, nafsu makan berkurang, dan penurunan berat badan. - Pengobatan
Tidak dapat disembuhkan, hanya mengurangi gejala. Obat meliputi Bronkodilator, Antiinflamasi, Antibiotika, Antioksidan, dan Mukolitik (contoh: ambroxol). - Pencegahan
Berhenti merokok sesegera mungkin dan menghindari polusi udara.
8. Keracunan Karbon Monoksida
Karbon monoksida (CO) adalah gas tidak berwarna dan tidak berbau hasil pembakaran tidak sempurna bahan bakar berbasis karbon.
- Penyebab
Pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna karena kurang oksigen, gas buang kendaraan, asap kebakaran, dan peralatan memasak yang rusak. - Gejala
Sakit kepala, pusing, mual, nyeri dada, sesak napas, muntah, nyeri perut, kantuk, pingsan, dan kejang. CO mengikat hemoglobin membentuk carboxyhemoglobin sehingga tubuh kekurangan oksigen. - Pengobatan
Pindah ke tempat udara segar, pemberian oksigen dosis tinggi menggunakan masker, atau Terapi oksigen hiperbarik. - Pencegahan
Pemeliharaan peralatan bakar secara rutin, memastikan ventilasi yang baik, tidak menggunakan peralatan bakar di dalam ruangan tertutup, dan menjaga rumah bebas asap rokok.
9. Hipoksia
Hipoksia adalah kondisi kurangnya pasokan oksigen bagi tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya.
- Penyebab
Hipoksemia, keracunan gas, rendahnya kadar oksigen lingkungan, gangguan jantung, gangguan paru-paru, aliran darah terhambat, obat-obatan tertentu, dan anemia. - Gejala
Napas pendek, kebingungan, berkeringat, kulit membiru/keunguan, halusinasi, batuk, kelelahan, dan detak jantung cepat. - Pengobatan
Memasok oksigen via selang/masker, penggunaan ruang hiperbarik, atau intubasi untuk menyalurkan oksigen kadar tinggi. - Pencegahan
Menghindari kondisi yang menurunkan kadar oksigen dan mengikuti terapi medis jika memiliki penyakit dasar seperti asma.
10. Kanker Paru-paru
Kanker paru-paru adalah rusaknya paru-paru akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali sehingga menimbulkan kesulitan bernapas.
- Penyebab
Merokok sebagai penyebab utama, paparan bahan kimia (vinil klorida, bensin, dll), riwayat keluarga, kadar arsenik dalam air, terapi radiasi, dan polusi udara. - Gejala
Nyeri tulang dan sendi, mata layu, suara berubah, kesulitan menelan, pembengkakan wajah/lengan, kehilangan nafsu makan, dan nafas berbunyi. - Pengobatan
Pembedahan (jika belum menyebar), Kemoterapi (untuk mematikan sel kanker), dan Terapi radiasi menggunakan X-ray. - Pencegahan
Berhenti merokok, hindari polusi udara, jalankan pola makan sehat, dan hindari asap rokok pasif.
D. Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan mahkluk hidup. Pencemaran udara memiliki berbagai dampak diantaranya: penipisan lapisan Ozon, pemanasan global, penyakit pernapasan, terganggunya fungsi reproduksi, dan penurunan IQ anak-anak.
Berikut ini adalah zat berbahaya dalam rokok:
- Nikotin: Zat candu yang menyebabkan ketagihan.
- Tar: Bahan dasar aspal yang menempel pada paru-paru dan memicu kanker.
- Karbon Monoksida: Gas yang mengikat oksigen dan memicu penyakit jantung.
- Zat Karsinogen: Zat yang memicu pertumbuhan sel kanker.
- Zat Iritan: Mengotori saluran udara dan menyebabkan batuk.
Zat-zat asing berbahaya tersebut adalah zat yang terkandung dalam dalam asap rokok, dan ada 4000 zat kimia yang terdapat dalam sebatang rokok, 40 di antaranya tergolong zat yang berbahaya.
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Menusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan. Alat-alat respirasi pada manusia adalah rongga hidung, faring, laring, trakea, paru-paru, bronkus, bronkiolus, dan alveolus. Pada proses inspirasi dan ekspirasi, mekanisme pernapasan pada manusia dibagi atas pernapasan dada dan pernapasan perut. Sedangkan Faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan adalah Umur, Jenis Kelamin, Suhu Tubuh, Posisi Tubuh. Pernapasan atau pertukaran gas pada manusia berlangsung melalui dua tahap yaitu Respirasi Eksternal dan Respirasi Internal. Serta ada beberapa gangguan pada system respirasi manusia.
Pada pernapasan hewan Juga melibatkan alat-alat repirasi yang beragam. Hewan yang hidup di lingkungan darat kebanyakan bernapas menggunakan paru-paru, sedangkan hewan yang hidup di air bernapas menggunakan insang. Selain memiliki alat-alat respirasi utama, beberapa hewan tertentu memiliki alat respirasi tambahan sesuai tempat hidupnya.
B. Saran
Jagalah kesehatan organ pernafasan terutama pada paru-paru dan organ sistem pernafasan lainnya. Agar tidak terjadi gangguan pada sistem pernapasan kita, hindarilah polusi udara dan gas-gas beracun, dan terutama hindarilah sikap merokok. Serta rawatlah paru-paru (pulmo) agar tetap bersih, karena Paru-paru mudah sekali terserang penyakit infeksi sehingga menimbulkan kerusakan jaringannya.
DAFTAR PUSTAKA :
- Karmana, Oman. 2014. Biologi 2 Untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas. Bandung: Grafindo Media Pratama.
- Putri, Yuliana. “MAKALAH BIOLOGI UMUM: Sistem Pernafasan”. Diakses 12 november 2015. http://yulianaputrisari.blogspot.co.id/2014/06/makalah-biologi-umum-sistem-pernafasan.html
- Thamrin, Hasmirah. “makalah sistem pernapasan pada hewan, struktur dan perkembangan hewan 1”. Diakses 12 november 2015. http://indomaterikuliah.blogspot.co.id/2015/01/makalah-sistem-pernapasan-pada-hewan.html
- Sustera, Efson. “Makalah Biologi Sistem pernapasan by efson s irawan”. Diakses 12 november 2015. http://efsonpadangguci.blogspot.co.id/2013/11/makalah-biologi-sistem-pernapasan-by.html
- Biologi, Media. “Sistem Respirasi (1): Respirasi pada hewan tingkat rendah”. Diakses 13 november 2015. http://biologimediacentre.com/sistem-respirasi-1-respirasi-pada-hewan-tingkat-rendah/
- Maulana, Putri. “Sistem Pernapasaan pada Serangga”. Diakses 13 November 2015. http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/sistem-pernapasaan-pada-serangga.html
- Aqila, Larasati. “Sistem Pernapasan Ikan”. Diakses 13 November 2015. http://hikmat.web.id/biologi-klas-xi/sistem-pernapasan-ikan/
- Maulana, Putri. “Sistem Pernapasan pada Reptil”. Diakses 13 November 2015. http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/sistem-pernapasan-pada-reptil.html
- Nurhayati, Laila. “MAKALAH IPA 2 SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA”. Diakses 15 November 2015. https://lailanurhayati1993.files.wordpress.com/2013/03/sistem-pernafasan.pdf
- Pratama, Siska. “Organ-organ Sistem Pernapasan”. Diakses 15 November 2015. https://chezchawan.wordpress.com/science-ii/sistem-pernapasan-manusia/organ-organ-sistem-pernapasan/
- Sasrawan, Herdi. “8 Organ Pernapasan Pada Manusia”. Diakses 15 November 2015. http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2013/08/8-organ-pernapasan-pada-manusia.html.
- SMA, Materi. “Mekanisme Pernapasan Pada Manusia (Pernapasan Dada dan Perut)”. Diakses 15 November 2015. http://www.materisma.com/2014/05/mekanisme-pernapasan-pada-manusia.html
- Penyakit, Referensi. “Faringitis (Radang Tenggorokan)”. Diakses 15 November 2015. http://mypotik.blogspot.co.id/2011/02/faringitis-radang-tenggorokan.html
- Dokter, Alo. “Pengertian Bronkitis”. Diakses 15 November 2015. http://www.alodokter.com/bronkitis/
- Gentara, Lukas. “Penyakit Asma: Penyebab, Gejala dan Cara Pengobatan”. Diakses 15 November 2015. http://www.gen22.net/2013/04/penyakit-asama-gejala-penyebab-pengobatan.html.
- Sefty, Nurul. “Penyakit Difteri, Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati”. Diakses 15 November 2015. http://carasehatmengobati.blogspot.co.id/2014/04/penyakit-difteri-gejala-penyebab-cara-mengobati.html.
- Savira, Novi. “Makalah Asma”. Diakses 15 November 2015. http://berbagh.blogspot.co.id/2013/05/makalah-asma.html
- Winma, Elonesa. “MAKALAH PENYAKIT ASMA”. Diakses 15 November 2015. http://tugas-makalahmu.blogspot.co.id/2014/12/makalah-penyakit-asma.html
- Dokter, Alo. “Pengobatan Asma”. Diakses 15 November 2015. http://www.alodokter.com/asma/pengobatan
- News, Biologi. “Penyakit Asma (Asthma)”. Diakses 15 November 2015. http://biologi-news.blogspot.co.id/2011/04/penyakit-asma-asthma.html
- Muhlisin, Ahmad. “Emfisema – Gejala, Penyebab, Pengobatan”. Diakses 15 November 2015. http://mediskus.com/penyakit/emfisema
- Sehat, Dokter. ”Emfisema, Bisa Diakibatkan Rokok dan Kelainan Genetik”. Diakses 15 November 2015. http://doktersehat.com/emfisema-bisa-diakibatkan-rokok-dan-kelainan-genetik/
- Amazine. “Penyebab, Gejala & Pengobatan Keracunan Karbon Monoksida”. Diakses 15 November 2015. http://www.amazine.co/18658/penyebab-gejala-pengobatan-keracunan-karbon-monoksida/
- Endarwati. “Keracunan Karbon Monoksida – Gejala, Resiko dan Pencegahan”. Diakses 15 Novmber 2015. http://halosehat.com/penyakit/sumber-penyakit/keracunan-karbon-monoksida
- Dokter, Alo. “Pengertian Hipoksia”. Diakses 15 November 2015. http://www.alodokter.com/hipoksia
- Sehat, Dokter. “Penyebab dan Gejala Kanker Paru-Paru”. Diakses 15 November 2015. http://doktersehat.com/penyebab-dan-gejala-kanker-paru-paru/
- Nuradi, Rezky. “MAKALAH Sistem Pernapasan (Respirasi)”. Diakses 15 November 2015. http://rezkynuradi.blogspot.co.id/2014/08/makalah-sistem-pernapasan-respirasi.html