Lewati ke konten utama

Praktikum Biologi - Osmosis Pada Kentang (Penelitian Perolehan Nutrisi Pada Tumbuhan)

 
    Perolehan Nutrisi Pada Tumbuhan

Perolehan Nutrisi Pada Tumbuhan

Perolehan Nutrisi Pada Tumbuhan

Laporan praktikum biologi ini disusun dengan fokus utama untuk melakukan pengamatan mendalam mengenai mekanisme transportasi zat melalui membran sel.

Tujuan

Mengetahui proses osmosis pada tumbuhan.

Alat dan Bahan

  • 4 buah kentang
  • Air
  • Garam
  • 2 buah gelas plastik
  • Pisau

Cara Kerja

  1. Potong kentang berbentuk dadu.
  2. Masukkan air ke dalam gelas plastik.
  3. Masukkan garam pada salah satu gelas plastik.
  4. Masukkan kentang ke dalam gelas plastik (masing-masing 2 buah).
  5. Beri tanda A (air biasa) dan B (air garam) pada gelas plastik.
  6. Diamkan kentang beberapa jam.
  7. Amati kentang dan diskusikan.

Hasil Pengamatan

Tekstur Kentang Sebelum direndam Sesudah direndam
A (air biasa) Kentang keras (warna kuning) Kentang menjadi lebih keras (warna kuning)
B (air garam) Kentang keras (warna kuning) Kentang menjadi lembek (warna kecoklatan)

Diskusi

  1. Adakah perbedaan tekstur kentang yang direndam dengan air biasa dan air garam? Jelaskan!
  2. Mengapa kentang yang direndam di air garam menjadi lebih lembek?
  3. Bagaimana proses osmosis yang terjadi pada kentang A dan yang terjadi pada kentang B?

Jawab:

  1. Tekstur kentang yang direndam di air biasa menjadi lebih keras, warnanya tetap kuning. Sedangkan tekstur kentang yang direndam pada air garam menjadi lebek, warnanya menjadi kecoklatan.
  2. Karena garam termasuk dalam larutan hipertonik. Sehingga sel-sel kentang tersedot ke luar oleh air garam dan menyebabkan kentang menjadi lebih lembek.
  3. Kentang A yang dimasukkan dalam air, teksturnya menjadi keras. Karena air bersifat hipotonik, sehingga air dapat masuk ke dalam sel-sel kentang.

    Kentang B yang dimasukkan ke dalam larutan garam semakin lembek. Karena garam merupakan larutan yang pekat (hipertonik).

    Dan semakin pekat suatu larutan, semakin tinggi juga daya hipertoniknya sehingga semakin berkurang sel-selnya dan semakin lembek.

Kesimpulan

Ternyata kentang yang dimasukkan ke dalam air biasa teksturnya menjadi lebih keras, karena air bersifat hipotonik, sehingga air dapat masuk ke dalam sel-sel kentang.

Sedangkan kentang yang dimasukkan ke dalam air garam menjadi lebih lembek, karena garam bersifat hipertonik, sehingga sel-sel kentang tersedot keluar oleh air garam.

 
Bagikan
Kembali ke Beranda
Nur Mukhlish Mazid